Malam Minggu

Posted: July 8, 2017 in Perjalanan

Selamat datang malam minggu,
Malam yang selalu identik dengan hang out, ataupun sekedar duduk mengopi bersama, atau bahkan bagi rekan-rekan lainnya malam yang dinanti untuk duduk mengaji dan mengkaji (halaqah) bersama rekan-rekan lainnya. Every body, I think, they will have their own way to spend this night.

Malam minggu ini, saya berada di laboratorium untuk menyelasaikan pekerjaan yang harus diselesaikan, sehingga di hari Senin saya bisa tenang, karena tugas yang sudah terselesaikan “(harap tidak digeneralisir untuk semua orang di sini ya)“, dan waktu yang tidak terbuang di malam ini akhirnya bisa dimanfaatkan untuk keesokan harinya.

Baiklah, malam ini sebenarnya saya tidak ingin membahas pekerjaan di malam minggu, yang sejujurnya, I even do not know, kenapa saya merindukan masa-masa akan berada di laboratorium seharian penuh dengan banyaknya kegiatan eksperimen yang harus dilaksanakan, terutama ketika menghitung satu minggu sebelum progress report schedule.

Hal yang saya kerjakan saat ini di laboratorium adalah mengenai combined-culture of microbia, serta interaksi keduanya untuk menghasilkan specialized-metabolites yang memiliki peran sebagai antibiotik. Selama lebih dari satu tahun, saya dan supervisor mengerjakan mengenai analisis senyawa yang dihasilkan serta mengisolasi senyawa tersebut guna mendapatkan struktur kimia, serta dapat melakukan uji aktivitas terhadap senyawa tersebut. Pada beberapa penelitian sebelumnya, penggunaan combined-culture berhasil mendapatkan senyawa baru dengan struktur yang unik dan memiliki beberapa aktivitas baik sebagai antibiotik ataupun senyawa kanker.

Berbicara mengenai antibiotik, maka tidak terlepas terkait isu resistensi antibiotik yang saat ini mulai terjadi baik terhadap antibiotik lama yang telah ditemukan atau terhadap semi-synthetic antibiotic yang mulai banyak diproduksi saat ini. Beberapa jurnal yang membahas mengenai hal ini menjelaskan bahwa resistensi terhadap antibiotik yang dikembangkan oleh bakteri terkait mengenai gen yang bisa saling bertransfer dari satu bakteri ke bakteri lain, baik yang berada dalam satu genus ataupun berbeda genus. Kemampuan inilah yang menyebabkan tingginya akan resistensi terhadap antibiotik.

Salah satu penelitian yang dilakukan di McMaster University, pernah melakukan isolasi bakteri dari tanah yang kemudian dilakukan pengujian terhadap berbagai antibiotik yang sudah berada komersil digunakan. Hal yang kemudian sangat mengejutkan adalah beberapa isolat bakteri ditemukan sudah mengembangkan kemampuan untuk resisten terhadap berbagai macam antibiotik yang sudah mulai komersil. Dalam satu sisi, ini artinya proses penggunaan antibiotik yang baru ditemukan juga harus mengantisipasi munculnya resistensi terhadap antibiotik tersebut. Namun di sisi lain, hal ini haruslah mendorong untuk dilakukan proses eksplorasi lebih lanjut baik mengenai pencarian senyawa baru antibiotik ataupun penelitian bagaimana resistance-gene yang terdapat pada bakteri, kemudian bisa bertransfer dari satu bakteri ke bakteri lain, baik dalam satu genus ataupun berbeda genus.

Kembali pada penelitian yang dilakukan di salah satu group laboratorium di McMaster University, ketika dilakukan pengkajian terhadap salah satu isolat yang resisten terhadap salah satu semi-synthetic antibiotic, mereka menemukan bahwa isolat tersebut memiliki kemampuan untuk memodifikasi antibiotik tersebut menjadi tidak aktif dengan menambahkan gugus gula pada salah satu moiety struktur antibiotik tersebut. Hal ini mereka temukan dengan melihat adanya perubahan m/z setelah dilakukan proses ekstraksi terhadap medium yang telah ditambahkan senyawa antibiotik tersebut, dan ditumbuhkan isolat bakteri tersebut.

Menarik? Tentu saja, karena resistensi terhadap antibiotik oleh bakteri sangatlah menjadi topik yang saat ini menjadi hangat di kalangan para pakar mikrobiologi, ditambah mengenai kajian peran specialized-metabolite yang mereka produksi, berkaitan dengan peran ekologi, dan fungsinya terhadap mikrobia lainnya.

Selain itu, chance bagi para peneliti di Indonesia, adalah kesempatan menemukan senyawa-senyawa baru dari alam Indonesia, yang melimpah ruah terhampat dari Sabang hingga Merauke dengan keunikan setiap ekosistemnya. Selama ini, penelitian mengenai isolat baru dari tanah Indonesia sudah begitu pesat, namun tidak memungkinkan untuk meningkatkan pada penelitian mengenai aktivitas secondary metabolite yang dihasilkan oleh isolat tersebut.

 

Laboratorium No. 34, Tokyo Daigaku (10:38 (JLT))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s