Bekerja Paralel

Posted: July 7, 2017 in Perjalanan

Pekerjaan di laboratorium kini semakin terasa menyenangkan, betapa tidak, 5 bulan menjadi batas akhir penyelesaian program kuliah yang sedang ditempuh saat ini, dalam artian Thesis Submission deadline will face on me.

Beberapa hari terakhir, bekerja paralel rasanya benar-benar terasa sedang saya lakukan, padahal awalnya, dulu saya pikir bekerja paralel ini akan sangat memberatkan dan melelahkan. Namun, pada kenyataannya ini yang sedang terjadi pada saya. Tenggat waktu pendidikan master di sini adalah 2 tahun, karena basic yang kami ambil adalah research based. Sehingga, 2 tahun yang didalami adalah riset dan riset. Jangan dibayangkan seperti halnya ketika masih di sarjana, yakni satu hari bisa tidak ada pekerjaan sama sekali, atau bahkan mungkin bisa jadi satu atau dua hari lepas dari riset yang dilakukan. Saya pribadi merasakan, satu hari atau dua hari mendapatkan sakit, akan berdampak pada eksperimen yang sedang dikerjakan, kebetulan, karena bidang saya berkaitan dengan mikrobiologi, maka tentu saja, waktu kultivasi menjadi sangat penting, bahkan waktu untuk memanen hasi kultivasi menjadi sangat penting. Satu hari terlambat, maka riset yang dilakukan bisa jadi tidak akan menjadi valid.

Pada awal masuk di laboratorium, supervisor saya pernah menyampaikan, bahwa bekerja secara paralel akan sangat dibutuhkan. Di awal penelitian, memang saya agak tergopoh mengejar ritme kerja yang dilakukan. Dalam satu hari, 2 sampai 3 eksperimen bersama bisa dilakukan oleh rekan-rekan satu laboratorium. Alhasil, jadilah saya sedikit ragu, can I do this experiment as they do?

Kenyataannya, beberapa minggu ini mulailah terasa bekerja paralel yang pernah dimaksudkan supervisor saya. Semisal, ketika sedang melakukan ekstraksi dari sampel bervolume 2 liter, maka ketika ada waktu luang di tengah menunggu proses ekstraksi, maka eksperimen lainnya bisa dikerjakan (eksperimen di sini, bermaksud persiapan yang diperlukan untuk menyiapkan sampel pada eksperimen lainnya), semisal inokulasi mikrobia pada medium cair, ataupun menyiapkan sampel untuk proses uji aktivitas, ataupun menyiapkan medium. Planning riset di sini memang sepertinya nampak begitu banyak, namun entah akhir-akhir ini merasakan adanya sistem kerja paralel menyebabkan mudahnya untuk menentukan setiap data sampel yang diperlukan. Ditambah lagi, supervisor sering kali memberikan clue terhadap hasil yang diperoleh.

Kenyataanya, semakin hari semakin dijalani, ada beberapa nilai positif yang bisa diambil dari sistem bekerja ini. Tidak perlu menunggu hasil riset yang sebelumnya (dalam artian meninggalkan sama sekali), namun melihat adanya kemungkinan peluang dari riset lainnya (masih dalam satu rumpun), sehingga ketika ada data yang kurang baik, masih ada progress dari data lainnya, dan tentunya masih bisa melakukan diskusi lebih lanjut dengan supervisor.

Pramana (Hongo, 8/7/2017)
“Pribadi yang masih bodoh, dan masih terus akan belajar”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s