Archive for April, 2016

Bagi dia yang merasa sedang sepi,

Sesungguhnya dia tak sadar, bahwa Rabbnya selalu memberikan kekasih,

Mengaruniakan kebahagiaan, dan mengangkat kesedihan.

Bagi dia yang merasa harinya penuh cobaan,

Dia tidak pernah mengenal Tuhannya lebih dekat,

bahkan mungkin dia lupa akan rasa syukur yang seharusnya terus terucap.

Benim Allah,

hari ini kau limpahkan kembali kebahagiaan dan persaudaraan.

Kau pertemukan kembali dalam sebuah keluarga, yang selalu penuh syukur,

serta menjadi pengobat bagi rindu kami akan tanah air kami.

Benim Allah,

Rekatkan jiwa ini karena kecintaan kami pada-Mu dan bakti kami untuk menjadikan negeri kami menjadi negeri yang Engkau berkahi.
(Puisi Cinta, Pujangga Pengembara_Karunia_Shibuya, 24 April 2016)

Hari ini, disambutlah kami mahasiswa baru di Persatuan Pelajar Indonesia Tokyo Daigaku. Sambutan yang sangat hangat yang diberikan oleh para senpai-senpai kami yang terlebih dahulu telah belajar dan mendalami apa yang ingin mereka pelajari di negeri matahari terbit ini. Pukul 10 pagi (Japan Local Time), kami pun berkumpul di Tokyo Sky Tree Tower Station untuk menuju tempat kami akan mengadakan sebuah pesta penyambutan kecil, bagi kami yang baru memasuki Tokyo Daigaku.

Gerimis dan sedikit awan mendung menemani langkah kami, menuju daerah di tepi sungai, yang membelah daerah ini. Sisi barat adalah daerah Asakusa dan sisi timur kami berjalan masuk pada daerah Tokyo lainnya. Ah, indahnya pagi ini, rasanya begitu nyaman ketika keluarga pun bisa menikmati keindahan yang juga Allah limpahkan keindahan di dalamnya. Gerimis dan semilir angin bak mengingatkan diri ini pada tanah air, yang telah banyak memberikan hasil buminya dan menjadi bagian dari darah dan daging kami.

Tak apalah kami kini jauh darimu, namun hati, pikiran, dan rindu kami tetap bersama tanah air kami, Indonesia. Di sana, ada kedua malaikat yang telah Ia beri, di sana, ada keluarga yang senantiasa menunggu kabar, dan di sana ada rindu yang selalu kami haturkan bersama semilir angin yang setiap saat berhembus dan menerpa diri ini.

Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat, acara yang begitu hangat dan khidmat, di tepian sungai yang begitu tenang mengalirkan airnya, ditengah banyaknya orang yang menikmati pemandangan di sekitar Tokyo Sky Tree, pada akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama semua anggota PPI Todai yang hadir di kala itu.

Tajam,

Semakin ia menjauh, semakin terasah akan kerinduannya.

Semakin ia berpisah, semakin tak tenang untuknya segera kembali.

Inilah anak-anak negeri yang bertebaran merantau di manapun,

menempa diri, mengasah kepekaan, dan memperdalam tajamnya analisis.

Menimba sebanyak-banyaknya ilmu,

Untuk pulang, menyarikan dan memberikannya pada orang lain.

Karena mereka anak negeri,

Bagaikan mata air yang akan terus memberikan pancarannya hingga rumput hijau pun hendak untuk tumbuh.

Dan tidak ada lagi tangan-tangan nakal yang melukainya bahkan mencabutnya dari akar yang telah kuat dan mendasar.
(Puisi Cinta_Pujangga Pengembara_Tajam_Shibuya, 24 April 2016)

Ku tutup tulisan ini dengan sebuah foto dari keluarga baru, yang kini Allah berikan selama menimba ilmu di negeri ini.

13043591_10206479732697602_2466081100863975758_n

Keluarga PPI Todai 

13100757_10206479732657601_8736881426366418238_n

Welcome in Tokyo Daigaku

 

Terima Kasih, Adit

Posted: April 16, 2016 in Perjalanan
Tags: , , ,

IMG_1936[1]

Tribute to Masyaikh Abror
*tulisan ini dibuat atas dasar keisengan yang tak disengaja.

Sore ini mungkin jadi sore terakhir. Jogja hujan, entah bagaimana di Surabaya. Semoga take off lancar, ya bro.

Abrory Agus Cahya Pramana, usia 23 thn. Single. Gatau mau sama yang mana, soalnya doi ga pernah bicarakan wanita, maqom doi beda bro. Yang kalau sehabis subuh bisa di ekstrim kanan dengan hafalan dan qiroah yang luar biasa syahdu, dan di waktu matahari terbit atau malam hari bisa di ekstrim kiri, dengan dendang dangdut India kuch kuch hotahe, disertai jari kelingking nge-tril kelakuannya.

Malam ini 20.25 wkt Surabaya akan take off menuju City of Hope, Capital city kedua setelah Shogunate Tokugawa, ato setelah era restorasi Meiji bergulir. *eh bener ga ya ini seingetnya aja sih* Ya, Tokyo, Jepang. Kota penuh hiruk era modern, yg semoga nilai-nilai yg tertanam dan cita-cita Luhur yg dipegang spt bushido, kaizen dkk dan segala macam nilai-nilai lain nya tidak habis tergerus zaman.
Doi bakal terbang kesana, untuk memenuhi cita, harapan dan cintanya, eh studi-nya. At the number one university in Asia, Todai (red. Tokyo Daigaku refers to University of Tokyo). Mohon doanya biar doi bisa menjadi Pribadi yang lebih baik, dan bisa Istiqomah menjadi risercer di bidangnya saat ini, dan bisa menjadi Muslim yang menebarkan kebaikan di tanah Samurai sana, serta membawa kebaikan sepulangnya sekolah ke tanah air tercinta. Amiin

Entah tulisan ini bisa jadi pengobat rindu ato malah jadi bahan tertawa, tapi saya Yakin ditengah perjalanan pasti doi mewek inget semua dari ortu, teman-teman, kakak, adik, sodara, dan segala kenangan di Indo yg akan tertahan setidaknya dua tahun doi disana. Tetap kuat bro! Semoga dikuatkan di jalan-Nya, amiiin

Tulisan iseng dan banyak guyonnya, dari teman yg mungkin banyak gatau dirinya. Wkwkkw
Salam,
Adit

Tulisan yang dibuat sahabat asrama, sahabat yang baru dikenal pas PPSMB, langsung dihilangin penggaris, sahabat yang baru kenal wes diminta beli jas hujan dan diajak service motor… 🙂
Terima kasih banyak, see you on top and let’s collaborate, terima kasih sharing ilmu yang pernah dibagi dan menjadikan saya bisa seperti saat ini.IMG_1936[1]

Ridhomu, adalah Ridho-Nya

Posted: April 16, 2016 in Hikmah, Perjalanan
Tags: , ,

IMG_1965[1]

Di sebelah kiri, Bapak dan Ibu, dan di sebelah kanan saya, Bu Lek.

Mungkin saya sendiri, menjadi pribadi yang banyak belajar. Menempuh studi lanjut master di negeri sakura, yang luar biasa jauhnya dari Indonesia. Rindu? Pasti. Baru saja saya akan berangkat, entah masih ada rindu, masih ada rasa yang belum terpuaskan untuk di Indonesia. Namun, sekali lagi, Safarlah, karena kita pun harus mencari ilmu, dan mendatangi ilmu.
Bukankah mereka para pencari sanad, berkelana, dari negeri mereka, menuju negeri rasulullah, bertemu para sahabat, mengembara kembali dan menuju negeri-negeri yang ditempati oleh para sahabat, untuk menyebarkan Islam dan pengetahuan yang Allah siratkan dalam Al-Quran?

Safarlah…
Ini yang menguatkan diri ini untuk kemudian mau berpisah jauh dari mereka. Selain itu, karena mereka pun ridho, saya pun yakin, Allah pun akan ridho dengan perjalanan ini. Tiada lain yang menjadikan diri ini rindu, jikalau bukan karena ingin terus membuat mereka tersenyum, dengan cara apapun, meskipun terkadang, sedikit saya membuat mereka kesal. Namun, mereka tetap melemparkan senyuman, meskipun sesekali, menasehati dengan cara yang ahsan, untuk kebaikan saya.

Safar dan belajarlah…
Karena di sini saya akan menemukan keluarga baru, menjalin silaturrahim baru, dan memiliki ikatan persahabatan yang baru. Inilah alasan, yang selalu saya sampaikan pada mereka ketika akan pergi, entah ke manapun, meskipun itu hanya ketika mengikuti kegiatan sekecil apapun.

Doakan anakmu ini, agar terus menjadi anak yang besyukur dan terus memberikan kebahagiaan untuk keluarga, dan untuk negeri di mana kaki ini memijak tanah-Nya. Karena satu pesan, yang saya ingat ketika akan pergi meninggalkan negeri ini, sebuah ucapan dari ibu dan bapak,”InshaAllah, Ikhlas, Ridho, dan Hati sudah lega”.

 

Surabaya,
Terminal 2 Juanda International Aiport

cycle_of_goodness

Beasiswa ini adalah salah satu beasiswa yang ditawarkan oleh professor saya, dan dengan ijin Allah, doa kedua orang tua, serta bimbingan dari professor saya, saya pun mendapatkan beasiswa ini, yang tentunya akan membantu studi saya di salah satu universitas di Tokyo.

Pada awalnya, saya berencana untuk mengajukan beasiswa dari negeri saya, dan juga dari beberapa perusahaan lainnya, namun entah, professor saya ketika itu hanya mengatakan untuk membahas beasiswa tersebut di lain waktu, dan beliau tetap fokus agar saya mau berusaha dan bekerja keras untuk mendapatkan beasiswa dari Yoshida Scholarship Foundation. Namun, di sisi lain, beliau pun masih tetap memberikan pilihan dan pertimbangan bagi saya agar kemudian memutuskan, dan apa yang membuat saya yakin, setelah kemudian saya berdiskusi dengan senior saya, adalah keyakinan dari sensei saya yang menyiratkan dalam pesan beliau bahwa saya dapat memperoleh beasiswa ini. Sempat beberapa kali, saya mengunjungi website beasiswa ini, dalam sambutannya, Tadahiro Yoshida, selaku COE YKK Company berpesan untuk bahwa dengan adanya beasiswa ini, diharapkan para pemeroleh beasiswa mampu untuk kemudian memberikan manfaat bagi masa depan, dan juga membangun jejaring dengan masyarakat luas nantinya menuju abad 21. Dalam hati pribadi saya, saya melihat ada sebuah nilai yang ingin ditanamkan bagi mereka para penerima beasiswa ini, dan ada sebuah kebermanfaatan yang diharapkan dari para penerima beasiswa ini, tidak hanya untuk diri sendirinya, melainkan untuk masyarakat global.

“Ah, baiklah, ‘Bismillah’, aku pun berujar, untuk mengikuti seleksi beasiswa ini”. Setelah melalui proses pendaftaran, dan menyatakan kesiapan saya pada sensei untuk mengikuti seleksi beasiswa ini, dalam hati sebenarnya kemudian muncul sebuah pertanyaan, apa sebenarnya YKK Company itu? Siapa pendiri YKK Company? Mulailah kemudian saya membrowsing apa itu YKK Company…

Dalam sebuah laman website, YKK adalah kepanjangan dari Yoshida Kogyo Kabushikikaisha, sebuah perusahaan resleting yang berdiri pada tahun 1934. Tadao Yoshida adalah pendiri pertama perusahaan ini, dan kini perusahaan ini telah berhasil menjadi perusahan retsleting terbesar, yang mempunyai 132 anak perusahaan di lebih dari 60 negara. Perusahaan YKK sendiri tidak hanya memproduksi retsleting, tetapi juga membuat mesin yang dapat menciptakan retsleting itu sendiri (1).

Saya pun kaget karena tahu bahwa YKK adalah perusahaan resleting. Dan kemudian saya pun mencari apa sebenarnya yang perusahaan ini miliki, hingga kemudian perusahaan ini pun masih terus tetap ada sampai saat ini. Akhirnya pun, saya mencari profile YKK Company.

Dalam sebuah laman wesbite, YKK Company yang didirikan oleh Tadao Yoshida memiliki sebuah filosofi mengenai “Cycle of Goodness” (Siklus Kebaikan). Saya pun bertanya apa yang dimaksud oleh seorang Tadao Yoshida kala itu?

Also, Tadao Yoshida felt strongly that the fruits of these innovative ideas must not be retained by any individual. Instead, they should be distributed widely to society, thereby circulating the benefit. In this way, one can prosper while making a contribution to the enrichment of all humankind. Tadao Yoshida called this the ‘Cycle of Goodness’, and he made this idea his fundamental philosophy of business (2).

Saya pun begitu kagum dengan pemaknaan filosofi yang begitu dalam dimaknai oleh seorang Tadao Yoshida. Bagi saya seorang muslim, sebenarnya, Allah telah begitu jelas memberikan dan menjelaskan filosofi yang begitu dalam ini. Dalam Al Quran Surat Ibrahim ayat 24-25, Allah menjelaskan bagaimana mengenai seseorang berilmu yang diibaratkan seolah pohon yang baik, dan terus berbuah.

24. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
25. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

Jika kemudian saya melihat kembali ke belakang, sebuah inovasi dari seorang Tadao Yoshida untuk kemudian berinovasi dengan membuat sebuah resleting, pada akhirnya kini amat sangat bermanfaat dirasakan oleh orang banyak. Ibarat sebuah pohon, Tadao Yoshida mampu memberikan buah-buah yang dihasilkannya demi kebermanfaatan orang lain.

Saya pun sebagai seorang muslim merasa bahwa sebenarnya banyak nilai-nilai Islam yang pada akhirnya banyak diaplikasikan oleh orang-orang non Islam, yang kemudian menghasilkan begitu banyak kebermanfaatan bagi orang lain. Saya pribadi dalam hati berdoa, semoga saya pun dapat kemudian mengaplikasikan ilmu yang saya miliki, dan mengaplikasikan apa yang telah saya pelajari dari hal ini. Semoga Allah selalu memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada hamba yang banyak bergelimang dosa ini.

 

Refrensi:
1. http://www.kompasiana.com/gumilangsatria/kisah-resleting-dan-ykk_550b3a6b813311ad1eb1e15c
2. http://www.ykk.co.id/web/profile

Safarlah…

Posted: April 2, 2016 in Perjalanan

Road-Photography

Imam Syafi’i pernah berpesan kepada mereka, para pelajar ataupun para penuntut ilmu, bersafarlah, agar mereka kemudian memperoleh keluarga baru atas keluarga yang ditinggalkannya, dan kemudian memperoleh banyak ilmu di tempat dia kemudian belajar dan berkelana…

Bagi para pencari ilmu-Nya, Rasulullah pun pernah berpesan bahwa pergilah menuntut ilmu walaupun engkau harus pergi ke negeri Cina. Tak salahlah ketika Rasulullah pun mengatakan hal tersebut. Sudah begitu banyak contoh, mereka para sahabat, yang kemudian mengumpulkan keshahihan sebuah hadist, harus menempuh begitu banyak negara, melewati begitu banyak luasnya daratan, menyeberangi banyaknya lautan dalam, untuk kemudian memperoleh sanad hadist yang kemudian berpangkal pada ucapan ataupun perbuatan Rasulullah yang shahih…

Kini, tibalah untuk kemudian diri ini pun bersafar meninggalkan negeri ini, mencari ilmu untuk mendapat keridhoan-Nya, dan memberikan sekecil apapun yang dimiliki untuk mengembangkan ilmu yang telah Allah titipkan kepada setiap anak adam yang lahir ke dunia ini…

Safarlah,

Dan jagalah Allah bersama dalam perjalananmu…
Safarlah dan yakinlah Allah akan selalu menjaga orang-orang yang kau cintai di negeri asalmu…

Safarlah,

Karena Allah akan menunjukkan banyak hikmah dalam setiap perjalanan ini,
dan karena-Nya pula, kau akan bertemu dengan para saudara-saudara seiman dan seislammu…