We are still alive, for you, Misool!!!

Posted: March 16, 2016 in Perjalanan
Tags: , , , ,

 

edit_DSC4727

Kumpul Sahabat Misool

Kami, masih ada…
Untuk kalian, Misool…

Lama mungkin, sudah tidak lagi terdengar kabar, Sahabat Misool, dan begitu lama pula tangan ini tidak menulis kembali kisah ceritanya, yang telah dilalui sejak tahun 2013. Banyak kenangan yang masih kami ingat, mulai sejak kami berangkat, bahkan ketika kami harus merelakan diri, berpikir lama sekali, mencari metode untuk mendekati masyarakat dan proses menggali lebih dalam mengenai sosial masyarakat. 2 bulan memang waktu yang amat singkat bagi kami untuk mengabdi dan mencoba memberikan pola tatanan masyarakat ideal, di sebuah daerah yang sudah lama, sebenarnya sudah tertata ideal, namun masih harus disempurnakan agar nantinya daerah Fafanlap, kampung KKN kami, menjadi lebih ideal danlebih maju tentunya.

Namun, tulisan ini tidak akan lagi bercerita apa itu Fafanlap, dan bagaimana kehidupan masyarakat di sana. Saya pribadi menulis di sini, untuk kemudian mengembalikan ingatakan akan sebuah cita-cita mulia yang kami gagas dari kelompok KKN-PB 01, untuk menjadikan Sahabat Misool sebagai sebuah komunitas yang mengajak untuk mari bersama-sama ikut bergerak dan tergerak membangun dan memberdayakan masyarakat di Kampung Fafanlap, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Sahabat Misool kini dikoordinatori oleh Mohammad Ali Seknun, yang tinggal di Maluku. Saat ini kami lebih mengedapankan untuk tetap menjaga tali silaturrahmi yang telah kami jalin hampir kurang lebih 2 tahun sejak 2014, kelompok KKN ini terbentuk. Apa yang kami lakukan selama KKN? Banyak hal yang telah kami coba lakukan, sosialiasi terkait sampah, sosialisasi sistem peternakan yang lebih ramah, penghijauan dermaga, sosialisasi cara bercocok tanam sayuran dengan lahan sempit, menggunakan vertical garden, penggalakan sistem kepemudaan, peningkatan IMTAQ dan IPTEK bagi adik-adik generasi penerus bangsa di Kampung Fafanlap, sosialisasi sanggar belajar, bahkan kami pun menutup KKN kami dengan Fafanlap Fair 2014, yang saat ini menjadi acara akbar, di mana silaturrahim antar warga Fafanlap dengan kampung lainnya, semakin akrab, tarian panah-panah pun kembali dibawakan oleh adik-adik SD, masakan tradisional masyarakat pun tumpah ruah dihadirkan bagi para tamu undangan, bahkan kerajinan-kerijanan masyarakat pun mengisi pegelaran akbar kala itu.

 

IMG_4235 (FILEminimizer)

Fafanlap Fair 2014

Itu adalah cerita singkat kami saat mengawal KKN-PB 01 perdana yang berlokasi di Kampung Fafanlap, Distrik Misool, Provinsi Papua Barat. Ya cerita KKN bagi kami adalah masa-masa yang benar-benar menjadi suatu langkah awal bagi kami merasakan bahwa Indonesia sangatlah indah, dan masyarakatnya sangatlah kaya akan budaya dan seni. Bagi kami yang saat ini sedang terus berusaha menjaga hidupnya Sahabat Misool, adalah sebuah keniscayaan karena jarak, waktu, dan kesempatan lah yang kemudian memisahkan kami semua ber-20 yang kini menempuh karir dan jalan masing-masing. Namun apakah kami lupa akan arti Sahabat Misool? Tidak, sama sekali tidak melupakan semangat Sahabat Misool yang ingin terus mengabdi dan menjadikan kampung tempat KKN kami dulu menjadi kampung yang terus maju. Namun, kami yakin, apa yang kami jalani dan api semangat yang kami jaga ini, akan berkobar lebih menyala, ketika kami nanti akan bertemu dalam waktu dan kesempatan yang Allah berikan.

Jika kami pun ditanya, sudah puaskah dengan yang kami lakukan 2014? Jujur, kami belum merasakan kepuasaan, dan masih banyak PR yang kami harus lakukan untuk benar-benar mampu memberdayakan masyarakat di Kampung Fafanlap. Namun, semangat dan api yang membara itu akan terus kami jaga, karena kami yakin, semangat ini pun bisa kami tularkan kepada sahabat, rekan, ataupun teman yang mungkin akan esok kita ajak berlari bersama untuk kembali mencurahkan perhatian dan berbagi mimpi bersama kami untuk membangun Sahabat Misool yang benar-benar mampu mewujudkan visi dan misi yang dulu pernah kami usung. Haruskah kami menyerah? Tidak, kami tidak akan menyerah, karena kami percaya masih ada Allah yang akan terus memberikan dan mengingatkan kami pada mimpi dan cita-cita yang pernah kami bicarakan ketika kami berada di Kampung Fafanlap. Namun, memang saat ini kami percaya inilah cara Allah, agar kami terus menjaga nafas dan semangat terhadap Sahabat Misool.

Kami masih ada…

Dan kami masih akan terus menjaga api semangat yang sudah kami kobarkan…

Meskipun kini, kami jauh…

Namun, di hati kami, masih ada nama Kampung Fafanlap…

Kami akan ceritakan pada keluarga kami…

Kami akan ceritakan pada saudara, sepupu, dan sahabat kami…

Agara suatu saat mereka pun akan menyalakan api yang sama…

Dan memberikan kobaran api dengan nyala yang sama…

Ayah dan Ibu adalah penyemangat kami untuk terus mengabdi…

Karena selama ini mereka tahu mengapa kami rela jauh untuk mengabdi di Kampung Fafanlap…

Bukan untuk bertamasya…

Bukan untuk berlibur…

tapi,,,

Kedua malaikat kami tahu kami ingin mengabdi untuk ibu pertiwi,

Untuk bisa berbagi dengan saudara setanah air kami…

Karena kami di sini,,,

ada…

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s