From Museum to Museum

Posted: March 13, 2016 in Perjalanan
Tags: , , , ,

Maaf belum melanjutkan untuk kisah perjalanan menuju Tokyo, InshaAllah ia berlanjut kembali beberapa waktu lagi.

Hari ini adalah hari kedua Nanem (Nakula Enam) dan Srinem (Srikandi Enam) melanjutkan aktivitas yang kita sebut sebagai “piknik”. Seperti biasa, kebiasaan kami selama 2 tahun, selain berada di asrama, tentu saja kegiatan yang acap kali kami laksanakan bersama. Meskipun sudah lulus dari Rumah Kepemimpinan, tetaplah kami adalah kami, yang sangat menyukai sekali piknik, terutama untuk hari ini, dua museum yang kebetulan berada di Yogyakarta, kami datangi.

Museum Diponegoro dan Museum Jenderal Besar H.M. Soeharto, menjadi pilihan hari ini untuk kami datangi.

Museum Diponegoro ini terletak di Tegalrejo, Yogyakarta. Dahulunya di daerah inilah, Pangeran Diponegoro tinggal, namun ketika terjadi pengepungan oleh Kompeni Belanda, Pangeran Diponegoro kemudian menjobol tembok rumahnya. Kabarnya, P. Diponegoro kemudian melarikan diri menuju Samigaluh, lalu menuju Gua Selarong, kemudian beliau melarikan diri lagi, hingga pada akhirnya beliau dijebak, dan akhirnya diasingkan hingga meninggal di Makassar.

 

IMG_1521[1]

Tembok yang dijebol oleh Pangeran Diponegoro untuk meloloskan diri dari Kompeni Belanda

 

IMG_1543[1]

Salah satu tugu yang menjelaskan mengenai pembangunan Museum Pangeran Diponegoro

Setelah dari Museum Diponogero, awalnya kami ingin melanjutkan untuk menuju Gua Selarong yang berada di daerah Bantul, namun kemudian di tengah perjalanan pun akhirnya diputuskan untuk menuju Museum Jenderal Besar H.M. Soehato.

Museum ini terletak di daerag Godean, Yogyakarta. Di dalamnya, museum ini banyak mengulas tentang kehidupan Presiden Soeharto hingga kemudian menuju akhir karir beliau sebagai presiden, bahkan dalam satu sisi di bagian dalam museum ini, ditampilkan juga video saat para dokter dari rumah sakit tempat Presiden Soeharto dirawat yang kemudian menyatakan bahwa Presiden Soeharto sudah wafat.

IMG_1564[1]

IMG_1565[1]

Patung Presiden H.M. Soeharto di pintu masuk

Terik matahari memang sangat menyengat, tapi tidak apalah, karena di sanalah ada sebuah rasa yang dibayar, senang karena bisa mengunjungi dua museum, dan keduanya pun menjadi sejarah perjalanan Bangsa Indonesia, keduanya adalah putra Indonesia, yang lahir dari rahim ibu pertiwi dan memiliki masanya sendiri untuk tetap diingat.

Bersiaplah untuk berpiknik, bersiaplah untuk terus belajar, dan bersiaplah untuk terus melakukannya bersama. Karena dalam setiap perjalanan pasti akan ada hikmah besar yang bisa diambil, dan karena pada saat itulah kita akan memahami saudara-saudara kita.

IMG_1579[1]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s