Perjalanan: Tokyo #1

Posted: March 5, 2016 in Perjalanan
Tags: , ,

Ah, sudah lama sekali jemari ini tidak mengetikkan setiap cerita dalam untaian masa yang sudah dilewati. Masih segar dalam ingatan ini, 3 Maret 2016, hari di mana sebuah jawaban yang Allah berikan atas doa kedua orang tua, serta keridhoan mereka. Tepat pada tanggal itu, Allah memberikan sebuah jawaban atas ikhtiar dan tawakkal yang, saya dan kedua orang tua, lakukan. Sebuah hari yang Allah menjadikan diri ini menjadi tersadar, bahwa begitu luar biasanya, sebuah ridho yang terucap dari kedua orang tua, terhampar bagaikan sebuah sajadah yang begitu saja jatuh dari tempatnya. Ya, pada hari itu, Allah mengijabah doa yang setiap malam, dalam shalat, duduk, dan diam mereka, sebuah pengumuman akan kelulusan ujian anaknya di ujian masuk di Universitas Tokyo.

Ketika ridho kedua orang tua bersambut dengan ridho Ilahi, apalagi yang kemudian menjadi keraguan, bahwa begitulah doa tulus dan ikhlas dari kedua orang tua. Saya ingat, ketika awal memutuskan untuk melanjutkan studi, saya berkeinginan kuat ingin sekali melanjutkan studi di Turki. Namun, ibu, tidak mengijinkan saya, karena alasan keamanan negara tersebut pada saat itu. Sempat sesekali bersilang pendapat, lalu saya pun menyampaikan pilihan kedua, yaitu New Zealand. Sama hasil yang saya peroleh. Ibu tidak memberikan izin, karena masalah yang terjadi pada waktu itu, antara Australia dengan Indonesia. Sekali lagi, tidak ada titik temu yang saya diskusikan dengan ibu saya. Beralihlah saya pada bapak saya. Berbeda jawaban yang saya dapat, beliau hanya menyampaikan pilihan pertama, agak kurang berkenan, dengan alasan yang sama yakni faktor keamanan negara tersebut. Lalu, saya pun bertanya, bagaimana dengan pilihan kedua? Beliau mengatakan tidak masalah, asal ibu pun menyetujuinya. Alih-alih harus kemudian mengutarakan pernyataan dan memberikan alasan lainnya, saya pun bertanya, ke mana sebenarnya hati ibu saya, menyetujui anaknya ini melanjutkan sekolahnya?

Lama berdiskusi, muncullah sebuah negara di mana beliau suka dan setuju bagi saya untuk melanjutkkan sekolah. Jepang. Itulah negara yang kemudian muncul dari perkataan beliau. Dalam hati, baiklah, tidak ada masalah, karena di sana pun saya akan banyak sekali menimba ilmu, menghargai kultur dan adab ketimuran, menghargai bagaimana masyarakatnya mampu untuk menerapkan prinsip respect to people, respect to system, dan respect to time. Meskipun begitu, saya pun masih saja tetap mengirimkan email langsung pada professor di sebuah universitas di Turki dan New Zealand. Dalam hati saya hanya bergumam, jika pun dibalas dan bisa dilanjutkan pasti kedua orang tua pada akhirnya akan menyetujui juga. Tidak cukup di sini, saya pun mulai mencari universitas di Jepang. Osaka University menjadi universitas yang pertama kali saya telusuri, karena pada awal saya ke Jepang, Osaka adalah wilayah yang pertama kali didatangai, dan Osaka University pernah didatangi pula saat itu, meskipun hanya untuk melihat-lihat saja kala itu. Setelah itu, saya pun mencari universitas lainnya, yang dirasa benar-benar sesuai kemampuan saya. The University of Tokyo kala itu tidak sempat terpikirkan, karena saya pun tahu bahwa universitas ini termasuk yang menjadi top di Jepang, dan saya pun tidak memiliki kemampuan untuk di sana. Mulailah, saya mencari universitas lainnya, di Jepang sembari saya menanyakan adakah lab yang sesuai dengan bidang saya pada saat itu. Kebetulan di Osaka University, saya menemukan lab yang sesuai dengan minat saya dan berkirimlah email pada professor yang saya tuju tersebut. Di sela waktu lain, cobalah saya memberanikan diri mencari-cari laboratorium di The University of Tokyo yang juga sesuai dengan minat saya, dan cobalah ketika itu saya berkirim email ke profesor yang kebetulan menjadi ahli dalam bidang tersebut dan beliau menjadi professor di lab yang fokus dengan bidang tersebut.

to be continued…

Advertisements
Comments
  1. Todai ya mas pram kereen, semoga mendapat yang terbaik 😀

  2. praditalia says:

    Ayo ditunggu lanjutannya pram… kayaknya bakalan seru. Oh iya… barokallah ya pram udah diterima di todai… sedikit spoiler buat yang baca blogmu wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s