Archive for July, 2015

La Tahzan

Posted: July 10, 2015 in Puisi
Tags: , , , ,

La Tahzan

Karena Rabbmu adalah pemilik alam semesta

Yang digenggamnya langit dan bumi

Yang diperintahnya alam semesta untuk bertasbih kepadaNya

Yang diaturnya malam dan siang dengan pergantian yang sempurna

La Tahzan

Karena hidup dan mati adalah kuasaNya

Rezeki dan jodoh adalah ketetapanNya

Baik dan buruk telah dituliskanNya

Muhibbi

Adakah rindu yang paling memuncah selain rindu bertemu denganNya?

Adakah cinta yang paling besar selain cinta dariNya?

Adakah kawan yang paling dekat selainNya?

Adakah kelembutan yang paling lembut selain kelembutan rahmatNya?

La Tahzan

Kedamaian dan ampunan dalam istighfar kepadaNya

Keagungan ketika bertasbih kepadaNya

Kebesaran ketika bertakbir kepadaNya

Kesucian iman ketika bertahlil kepadaNya

Adakah cinta dan rindu lain yang engkau harapkan, Muhibbi?

Rabbmu adalah pemilik rindu sejati yang seharusnya kau rindukan

Rabbmu adalah pemilik cinta sejati yang harusnya kau dapatkan

Dan.

Rabbmu adalah kekasih sejati yang harus berada dalam hatimu

La Tahzan

Bersegeralah Muhibbi,

Meraih cintaNya

Menjadi kekasihNya

Dan menjadi hamba yang dirindukanNya

Karena jika Rabbmu mencintai seorang hamba,

Maka Ia akan memberi kabar pada penduduk langit

Dan menjadikan dirimu juga dicintai oleh penduduk langit

Advertisements

Demi malam
Yang hidup dan matiku berada dalam genggamanNya
Demi siang
Yang baik dan buruk telah dituliskanNya
Demi masa
Yang jodoh dan rejeki telah diaturNya
Muhibbi,
Tidak berani menghitung Ramadhan
Yang telah berlalu begitu cepat
Meninggalkan setiap hari-hari yang telah pergi
Menyendirikan diri dalam renungan kelalaian yang terlalu banyak
Benim Allah
Bulan Keberkahan ini akan segera meninggalkan kami
Bulan Mubarak ini akan beredar kembali sesuai qadarMu
Benim Allah,
Purnama telah jelas berlalu
Setengah dalam bulan ini telah terlampaui
Namun, amalan ini masih tak cukup untuk menutup dosa yang lalu
Benim Allah,
Dalam malam, hati bertanya
Apakah esok, masih ada Ramadhan yang bisa dilalui?
Apakah esok, masihkah merasakan nikmat dan berkah bulan ini?
Apakah esok, tahun mendatang, masihkah bertemu dengan Ramadhan-Mu?
Benim Allah,
Semoga amalan yang tak cukup ini
Menjadikan muhibbi-Mu ini menjadi golongan yang tak merugi
dan semoga Pintu Ar-Rayyan masih mau untuk terbuka
meski diri ini tak tahu, cukupkah amalan ini membuka pintu Surga-Mu itu?