Archive for April, 2015

Benim Allah

Posted: April 22, 2015 in Puisi
Tags: ,

Ya Tuhanku,

Aku hidup jauh dari kebisingan akhirat

Dan aku pun hidup jauh mengejar dunia

Ya Tuhanku,

Aku bermimpi dalam sebuah malam

Aku mendekat menuju pintu rumahMu

Namun, ia tetap tidak mau membukakan pintuMu

Aku pun datang menuju sungaiMu

Berharap aku akan berenang menuju telagaMu

Namun, tetiba sungai itu mengering

Ya Tuhanku,

Aku terbangun dalam mimpi itu,

Tubuhku kaku, dan aku berasa berada dalam itu adalah nyata.

Ya Tuhanku,

Apalah aku meski aku seorang raja,

Jika aku kemudian jauh darimu,

Ya Tuhanku,

Apalah aku meski aku seorang kaisar dunia,

Namun, aku tak beroleh kehendak dan ridhoMu

Ya Allah,

Engkau adalah jalan yang selalu aku tuju

Engkau adalah kekasih yang selalu ada dalam dzikirku

Ya Allah,

Tanpa cintaMu, maka jadilah apa hidup ini

Tanpa rahmatMu, maka tidak akan ada yang menjadi berkah bagi sesama

Ya Hasbi Rabbi,

Allah’ın Aşk her nefeste hissediyor

Your loves has been felt in each of my breathing

Ya Allah,

Selalu terngiang dalam diri ini,

Cukupkah amalku kini untuk masuk dalam surga FirdausMu?

Cukupkah baktiku pada mereka, ayah dan ibu, untuk menjadi pahala terbaik untukMu?

Cukupkah senyum bagi saudara-saudara ku menjadi kunci menuju pintu rahmat di Yaumul AkhirMu?

Cukupkah amalan shalat ini menjadi penutup bagi setiap dosaku,

Dan menjadi penimbun untuk menutup pintu neraka?

Benim Allah,

Sekiranya, bukan karena RahmatMu, mungkin syurga itu tidak akan pernah tercium

Mungkin jika bukan karena RahmatMu,

Jiwa ini tidak akan hidup dalam kedamaian

Benim Allah,

Sekiranya kelak aku menghadapmu,

Aku tidak tahu,

Bagaimana kelak orang-orang, sahabat, teman, masyarakat, akan mengenal diriku setelah kematian?

Apakah dalam kebaikan ataukah dalam keburukan?

Advertisements