Berjalan di Muka Bumi 3: Bandung Kota Kembang yang Penuh Persahabatan

Posted: February 14, 2015 in Hikmah, Perjalanan
Tags: , , ,

Bandung, Kota Kembang sekaligus sebagai kota yang penuh cerita. Perjalanan untuk menghadiri pernikahan sahabat sekaligu teman satu perjuangan, memang tujuan utama saya pergi ke kota ini, namun lebih dari itu, Bandung sekaligus menjadi tempat bagi saya menjalin kembali tali silaturrahim yang telah lama belum tersambung karena adanya jarak yang memisahkan kami.

PPSDMS, Rumah Kepemimpinan yang Merajut Tali Silaturrahmi

Dua tahun yang lalu, ceritanya saya dan kawan-kawan Bandung Boys pernah merasakan yang namanya tempaan sebuah rumah peradaban, rumah kepemimpinan, atau rumah yang menjadikan kami mampu untuk membangun setiap mimpi-mimpi menjadi sebuah karya yang dapat kami visualisasikan dalam ingatan kami. Rumah kepemimpinan yang menjadikan kami memiliki sebuah ikatan karena adanya idealisme dan visi serta misi yang sama.

Idealisme Kami yang terus berusaha dijaga, baik dalam masa tidak berasrama, ataupun ketika masa mencoba merajut tali silaturrahmi dan menyelaraskan visi dan misi yang pernah kami buat. Masa pasca kampus, adalah masa ketika realitas kehidupan harus dihadapi dan mencoba untuk tidak membenturkan pada idealisme, namun mencoba memberi warna baru pada yang akan dilalu dengan nilai idealisme yang kami miliki.

Masa berasrama merupakan masa-masa ketika setiap aktivitas harus dibangun pada sebuah perencanaan bahkan dalam sebuah rangka perjalanan yang jelas. Namun inilah yang membangun setiap pribadi di dalamnya, menjadi manusia yang memiliki perencanaan bahkan pencanangan aktivitas yang matang. Yah itulah masa-masa ketika asrama. Bagi saya dan kawan-kawan, PPSDMS adalah sebuah institusi yang mampu membesarkan serta mengoptimalkan setiap kemampuan yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia

Ya, rumah peradaban banyak mengajarkan kami menjadi pribadi yang moderat, terbuka, rendah hati, bahkan menjadi manusia-manusia objektif yang mampu melihat setiap masalah dari berbagai sudut pandang dan melihat setiap latar belakang dibalik munculnya keadan tersebut. Tidak hanya itu, rumah kepemimpinan pula yang mengajarkan kami tentang akan pentinganya membangun networking dengan siapapun kita berkenalan bahkan dengan seorang petani sekaligus.

Rumah Kepemimpinan mengajarkan kami akan pentingnya beramal atau berusaha, ataupun bekerja secara kolektif, karena mansuia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak akan terlepaskan dari kata membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan ini. Saya pribadi tidak mengatakan ini sebagai sebuah doktrin, namun lebih bagaimana kemudian melihat kehidupan dan berkaca pada masa perjuangan para pendahulu kita silam, ketika kemerdekaan negara ini diperoleh dengan perjuangan secara kolektif.

Kehidupan akan terus berjalan, setiap orang akan memiliki masa untuk melewatis setiap dinamika yang dijalaninya. Bagi saya, berkumpul bersama saudara-saudara Bandung Boys, menjadi ajang untuk kembali bersilaturrahmi, kembali mendengar dan mengambil setiap ibrah ataupun pelajaran ketika mereka lebih awal menapaki jalan atau dunia pasca kampus ataupun jalan untuk benar-benar langsung terjun dan turun untuk mengabdikan diri pada masyarakat. Bagi saya, bertemu dan berkumpul dengan mereka, tidak hanya sekedar tertawa ataupun bercanda, melainkan menjadi wadah untuk kembali meneguhkan idealisme yang pernah kita ucapkan saat berada di rumah kepemimpinan. Bagi saya, sangat begitu menyenangkan ketika kemudian benar-benar mampu bercengkerama dengan sahabat serta saudara yang selama ini hanya dipertemukan dalam sebuah dunia maya, karena kita pun mampu untuk bertatap langsung dan bertukar mimpi satu dengan lainnya. Cerita ini pun ternyata tidak hanya berlangsung di dalam asrama, namun ternyata, salah seorang saudara kami, Yahya, mencoba mengenalkan dan membagi apa yang pernah Rumah Peradaban ini, PPSDMS, berikan selama kami ditempa, dengan adik-adik dari LDK Salman ITB. Secara pribadi, apalah arti kehidupan jika tidak mau berbagi dengan yang lain, apalah sebuah makna kehidupan jika tidak berusaha memberikan dan membagi manfaat dengan orang lain, dan apalah sebuah makna makhluk sosial jika tidak membangun silaturrahim dan memperkuat jejaring dengan orang lain.

Aj0j1D_XnZoquR0Ms_sFysys2W6rcLJsHSWu0_pMQz-8

Persahabatan, 2 tahun, Sahabat Selamanya

Tidak hanya Bandung Boys, namun Sahabat SMA pun dipertemukan

Pagi di Bandung kala itu memang sangat dingin, ya maklumlah, hujan semalam, sejak selesai walimahan hingga kembali ke Markas Besar, tempat saya beristirahat, tidak kunjung berhenti. Namun itulah nikmat yang Dia berikan, dan bagi saya pribadi, hanya ada rasa syukur yang harus terpanjat. Kebiasaan lama memang, tidak nyaman memang jika tidak mencoba sedikit membagi masakan yang dipelajari bersama mereka, para Bandung Boys.

AvbWdOuDaKVbS-zJQyd1-gyfSf5OXmHBRyfS-CsZ56vA

Berbagi bersama Bandung Boys di MaBes, Makanan ala kadarnya

Saya minta Fadly untuk membeli sayur dan beberapa bahan masakan untuk dibeli di pasar terdekat. Ya maklumlah, Bandung di kala pagi, terutama daerah dekat kontrakan ini, banyak sekali pedagang sayur-mayur yang menjajakan dagangannya sejak waktu subuh. Tidak berpikir lama, dia pun menyegerakan membeli bahan-bahan bersama Hifni di warung terdekat. Selang beberapa menit, akhirnya mereka pun tiba. Langsung saja saya minta mereka yang berada di asrama untuk memontong-memotong bahan-bahan yang telah dibeli. Selang potongan sayur dan bahan lainnya sudah siap, saya minta Raka mengulek sambal, sedangkan Hifni sibuk untuk menanak nasi. Minggu pagi itu, memang menjadi sangat istimewa, karena selain sibuk untuk memasak bagi rekan-rekan Bandung Boys, Allah memberikan kesempatan bagi saya untuk bertemu dengan dua rekan SMA yang sudah hampir 4 tahun lebih, lama tidak bertatap muka dan mendengar kabar dari mereka, Ajang dan Romi.

Pertemuan yang Allah rencanakan memang begitu indah, di Kota Bandung, Kota Kembang, meskipun hanya tidak lebih dari 2 jam bertemu, namun begitu banyak yang dibincangkan. Mulai dari masalah-masalah kecil hingga masalah-masalah yang menyentuh tentang prinsip. Ajang dan Romi, dua sahabat yang memilih untuk melanjutkan studi di kampus di Bandung dan mereka memang aktif dalam kegiatan kemahasiswaan muslim di kampus tersebut. Gamais menjadi salah satu bagian cerita yang pernah mengisi sisi kehidupan mereka yang kini telah beranjak menjadi sarjana lulusan kampus ternama ini. Semoga esok, kita akan bertemu dalam kondisi yang lebih baik kawan, dalam keberkahan di jalanNya, dan dalam sebuah kondisi yang menjadika kita mampu membawa mimpi-mimpi ini menjadi kenyataan karena kecintaan pada bangsa dan tanah air Indonesia. Begitulah sebuah perjalanan ini diskenarionakan olehNya. Perjalanan ini tidak akan berhenti hanya di Kota Bandung ini, ada sebuah perjalanan yang harus dilanjutkan ke kota selanjutnya, yaitu Kota Bogor, tempat yang menjadi tujuan bagi saya dan Lutfi, sahabat saya, untuk menuntut ilmu. Bukankah Rasulullah pernah menyampaikan sebuah hadist,” Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina”. Ya begitulah harusnya seorang pencari ilmu, belajar dan menuntut ilmu dari seorang ahli, ke manapun dia berada maka langkah kaki ini akan tetap mengikutinya, walaupun ia berada jauh di sana, karena ilmu adalah cahaya, cahaya yang berasal dari Rabb kita, yang menjadikan kita menjadi orang yang pandai, bersyukur, dan tentu saja tetap rendah hati.

Raka dan Jhovy, hari ini mengantar kepulangan saya, Lutfi, dan Jilul menuju Kota Depok untuk transit terlebih dahulu di PPSDMS, rumah peradaban, dan rumah kepemimpinan, yang pernah mendidik kematangan objektifitas kami. Kota Bandung, kota yang sudah pernah didatangi sebanyak tiga kali, dan mampu memberikan kisah-kisah yang banyak mengajarkan hikmah, dimulai dari sebuah kisah persahabatan hingga sebuah kisah yang mengajarkan untuk selalu hidup dan berbagi dengan saudara-saudara lainnya. Semoga kelak kita akan bertemu lagi dalam keadaan yang jauh lebih baik. Teringat sebuah kata-kata dari seorang kakak kelas yang pernah membagi kisah-kisahnya,”See You on Top”. Sampai jumpa Bandung Boys, semoga kelak kita akan membagi kisah inspirasi dan tetap berbagi untuk menjaga idealisme yang pernah kita tempa bersama. Selamat berjuang juga, bagi saudaraku, Romi dan Ajang, semoga kalian tetap akan mampu menjaga idealisme kalian, dan tetap menjaga api mimpi untuk Madura yang lebih dan bermartabat. Sampai jumpa Bandung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s