Berjalan di Muka Bumi 2: Bandung, Walimatul ‘Ursy yang InshaAllah penuh Berkah

Posted: February 12, 2015 in Hikmah, Perjalanan
Tags: , , , ,

Saudara itu ibarat jendela dan kusen yang harus dipasang pas dan klop. Begitu juga persahabatan ini bagaikan keduanya, saling melengkapi dan menutupi kekurangan saudaranya. Perjalanan menapakkan kaki di tanah Bandung, yang katanya tanah bagi para mojang dan jejaka Bandung yang pada kasep-kasep, benar-benar menjadi perjalanan ketiga setelah beberapa tahun sebelumnya menginjakkan kaki di stasiun yang sama, yaitu Kiara Condong. Tujuan saya ke Bandung sebenarnya adalah sebuah transit perjalanan sebelum menuju Bogor untuk mengikuti workshop di IPB, sama seperti saudara saya sebelumnya, Adit, yang telah menunaikan tugas menuntut ilmunya di sana.

Walimatul ‘Ursy, Selamat Berbahagia Bagi Bandung Boys

AtJcdab_speXiD-lLWxJvvInxKAoMzRzeHmaGrqLF6I3

Pasukan Bandung Boys Angkatan 6 dan 7

            Bandung, kota kembang, tepat pukul 23.30 kereta menghentikan perjalanannya di Stasiun ini. Stasiun yang kedua kalinya saya kunjungi dengan tujuan berbeda, pertama untuk mengikuti Latihan Gabungan Barat yang dulu dilaksanakan di Bandung, dan tujuan kedua untuk mengunjungi saudara-saudara yang disatukan dalam perjuangan, yaitu Bandung Boys, sekaligus menghadiri walimatul ‘ursy salah satu sahabat, yaitu Arif Nur Pratomo.

Suasana dingin kala itu, menyambut kedatangan saya, yang kala itu dengan polosnya tidak membawa jaket untuk dikenakan. Endang, salah satu Bandung Boys yang menjemput saya malam itu, dengan senang hati dia berangkat dari kontrakannya di Dipati Ukur ke stasiun dan mengantarkan saya menuju MaBes (sebutan bagi kontrakan Bandung Boys 6) di daerah Tubagus. Ya, Bandung tidak ubahnya kota-kota besar lainnya, tengah malam pun bagaikan suasana malam yang tidak mengenal larut. Aktivitas mahasiswa, mobil, pesepeda motor, dan penjaja kuliner malam Bandung terus terlihat selama perjalanan menuju MaBes. Mahasiswa salah satu institut ternama di daerah ini, terus berlalu lalang mengunjungi setiap warung-warung di pinggir jalan yang menjajakan begitu banyaknya makanan untuk menghangatkan diri di tengah dinginnya malam kala itu.

Akhirnya setelah beberapa menit mengarungi jalanan yang masih ramai dengan aktivitas, sampailah di MaBes, sebuah kontrakan mahasiswa, alumni rumah kepemimpinan angkatan 6, yang masih terjada dengan idealismenya. Sempat bercengkerama dengan mereka, mengingat masa-masa ketika masih tertanam idealisme di rumah peradaban, tempat tempaan kawah candradimuka. Fadly, Fuad, Mawla, Eka, Denny, Darmadi, Raka, dan Hifni, merekalah orang-orang yang berada di MaBes ini, dan menyebutnya sebagai markas besar. Ya, tidak terasa pagi pun, pukul 02.30 menyapa kami, ditambah kami pun kedatangan personel lama, yakni Aby yang saat ini berada di Depok, Jakarta. Tambahlah kami meninggalkan sejenak waktu istirahat. Alhasil, pukul 03.00 kami sempatkan untuk beristirahat, karena hari ini ada agenda saudara kami, Arif, yang tidak ingin dilewatkan, yaitu walimatul ‘ursynya di Darut Tauhid, Bandung. Seperti biasa, Adzan Subuh menyapa saya yang kala itu hanya tertidur untuk beberapa jam.

Pagi di Bandung, rasanya begitu berbeda, karena diri ini sedang berada di bumi lainnya, untuk merasakan kenikmatan Allah yang dilimpahkan dari Barat dan Timur. Acara kami di DT, tepatnya pukul 09.30, akad nikah akan dimulai. Segeralah kami bergegas dan menghubungi salah satu saudara kami, Yahya, untuk membersamai kami menuju DT. Tepat pukul 09.30 kami sampai di DT dan menuju Masjid DT untuk segera bertemu Arif dan melihat sebuah ucapan sakral, yaitu Ijab Qabul yang akan diucapkannya untuk menyempurnakan agamanya dalam sebuah ikatan pernikahan karena Allah. Proses yang berlangsung khidmat ini pun akhirnya dapat diselesaikan dengan penuh kelancaran. Selamat berbahagia Arif, semoga sakinah, mawaddah, dan warahmah ya.     

            Acara pun dilanjutkan pada resespsi pernikahan. Hampir semua personil Bandung Boys pun datang dan berkumpul dalam acara ini. Acara yang begitu sederhana, namun begitu meriah. Seperti biasa, Bandung Boys pun tidak sendiri, ada Jilul, dari Heroboy, saya, Lutfi, dan Nisa, dari Nakula dan Srikandi yang juga turut hadir dan memberikan doa terbaik untuk saudara kami ini. Ya begitulah saudara, membagi kebahagiaan dan kesenangan dengan saudara lainnya. Sempat terucap dari Arif,”Wah, ada orang jauh.” Namun, bagi kami Yogyakarta-Bandung adalah sebuah perjalanan singkat yang tetap dapat kami tempuh selama kaki ini masih diberikanNya kemudahan dan kelancaran dalam melangkah. Bagi kami Yogykarta-Bandung adalah sebuah perjalanan penuh hikmah, selama masih ada kesempatan yang diberikanNya untuk membagi doa dan membagi cerita bagi setiap mimpi-mimpi yang sudah disusun di saat pertama bertemu dalam sebuah acara nasional di Depok kala itu, dalam sebuah MHMMD. Selamat berbahagia kawan, saudara, dan sahabat kami, Arif, semoga keluargamu akan menjadi keluarga yang menjadi inspirasi dan menjadikan putra-putrimu kelak sebagai calon-calon pemimpin masa depan yang lahir dari sebuah keluarga yang memiliki visi dan misi bersih untuk membangun peradaban Bangsa Indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

AsG4Do2ZAzc8Qtp32R3nbnW8DSAp4YpxCBUq1KQdNYHF

Heroboyo, Nakula, dan Srikandi 6, selamat berbahagia saudara kami, Arif N. P.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s