“Mutiara Fafanlap”: Sahabat Yang Akan Selalu Dikenang

Posted: September 9, 2014 in Hikmah
Tags: , , , , , ,
WP_20140830_09_56_21_Pro

Mutiara Fafanlap yang kelak akan menjadi mutiara bagi Papua Barat demi Kemajuan Bangsa Indonesia

Mereka yang terus ingin memberi. Mereka yang ingin terus berbagi, dan bahkan mereka yang ingin terus belajar. Dalam sebuah kesderhanaan, dan dalam sebuah kesahajaan. Iya, merekalah para tunas bangsa dari Misool, yang memiliki sebuah keinginan untuk terus melanjutkan dirinya dalam sebuah kebaikan akal dan budi pekerti.

Mereka yang telah kami kenal, Amad, Fatma, Mahmud, Siti, Anawiyah, Aida, Julaeha, dan semua Pengurus Sanggar Belajar Fafanlap Ceria yang tidak bisa disebut satu persatu. Pelita di tengah Misool, Fafanlap yang kini sedang mempersiapkan dirinya menuju sebuah pembaharuan. Merekalah tunas bangsa yang siap menjadikan dirinya sebagai sebuah pembaharuan dari sebuah program KKN yang coba dibawa ditengah-tengah rasa ingin tahu mereka atas perkembangan dan pendidikan di Pulau Jawa. Bagi kami, mereka ada generasi pemuda dan pemudi yang masih memiliki harapan, bahkan sebuah visi besar untuk mampu membangun kampung yang sudah sejak lama menjadi salah satu kampung tertua di Tanah Misool ini.

Sahib, Rahim, Fatahuddin, Badrun, Habibag, Malik, Amina, dan semua sahabat Sanggar Belajar Fafanlap Ceria yang kini menginjak jenjang SMA. Mereka adalah orang yang selalu berwajah ceria. Mereka yang juga memiliki sebuah harapan besar untuk dapat memajukan tanah kelahirannya. Ya Allah, pertemuan dengan anak-anak ini adalah sebuah pembelajaran yang sangat berarti. Adalah sebuah makna mendalam, ketika kami mengambil sebuah pelajaran. Hidup sederhana, hidup dalam kedermawanan, bahkan hidup dalam sebuah kebahagiaan.

Iya, merekalah harapan generasi baru Kampung Fafanlap ini. Generasi yang dapat membawa perubahan yang akan sangat berarti kelak bagi tanah bahkan negeri ini. Ya Rabb, perjalanan ini akan penuh berarti ketika suatu saat, kami mampu melihat tanah ini, dan generasi pembaharu itu tumbuh dalam kesederhanaan namun memberikan kebesaran yang akan mengangkat kemuliaan tanah Islam ini dihadapanMu kelak. Kami tidak akan menangis sedih, jika kami meninggalkan bumi ini namun ada senyum haru di hati mereka, dan ada tangis bahagia atas mereka yang sedang kami coba untuk menjadikan mereka menjadi benar-benar generasi terbaik yang pernah dimiliki oleh Kampung Fafanlap ini.

Ya Rabb, mungkin kami yang akan belajar dari mereka, banyak hal. Mungkin kami, yang harus belajar untuk tetap menatap sebuah masa depan di tengah sebuah kekurangan bahkan ditengah kehidupan yang rasanya, mungkin bagi kami, ini adalah sebuah kehidupan sisi lain, setelah negeri ini merdeka selama lebih dari 60 tahun. Ya Rabb, kami hanya menitip sebuah doa bagi mereka, pelita di tanah ini, berikanlah sebuah sedikit perubahan kecil di tengah hari-hari yang tersisa bagi kami di sini. Doa yang kami lantunkan, sama ketika kami hendak meninggalkan keluarga kami di Jawa. Berilah negeri, bahkan tanah Fafanlap ini, sebuah kebaikan yang datangnya dari langit dan Engkau taburkan dari atas keberkahan bumi. Ya Rabb, jagalah mereka, dan semoga Engkau besarkan mereka dalam sebuah kebahagiaan dan keinginan membangun peradaban terbaik di tanah ini.

Tulisan ini penulis buat pada hari Minggu, 3 Agustus 2014 di tengah keheningan malam, ketika fajar mulai akan menyapa bumi timur Indonesia dan kami pun banyak belajar dari mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s