Tugas yang Berwujud: Negeri Sakura dan Teman Asrama PPSDMS Regional 3 Yogyakarta

Posted: November 21, 2013 in Perjalanan
Tags: , , ,

“…selama ada keinginan, maka akan ada jalan. Selama ada pengharapan, maka akan ada beribu jalan terbuka. Selama ada kekuatan dan keyakinan, maka akan ada kejutan besar yang Ia berikan, dalam jalan apapun, dan ketidakterdugaan…”

Inilah yang dirasakan selama perjalanan menuju Negeri Sakura. Teringat ketika pertama kali, Wakil Direktur PPSDMS Pusat, Bang Bachtiar Firdaus, saat mengisi kegiatan bulanan regional, Training Pengembangan Diri, saat itu tidak pernah terpikir akan sebuah pertanyaan yang secara langsung beliau berikan secara spontan. “Kamu yang, mau ke mana akhir tahun akan kau ajak teman asramamu ini?”, tanya beliau dengan serius. Namun, entah apa yang terjadi, serasa mendapat tembakan langsung, saya pun tidak bisa menjawab pertanyaan itu, dan hanya terdiam serta kembali berpikir, mengapa pertanyaan itu tidak bisa langsung terjawab. Bukan kesal, bukan marah, namun yang ada hanyalah sebuah pertanyaan, jangan-jangan saya gagal untuk mencoba memiliki mimpi besar yang hanya kemudian dibunuh dengan perasaan pesimis karena takut tidak terwujudnya mimpi tersebut. Seketika itu, entah beliau hanya mengatakan, bagaimana ingin mengajak teman, mimpi pribadi saja belum bisa dibuat dan dikuatkan. Setelah pertanyaan itu, beliau hanya mengatakan,”Kalian-kalian yang mendapat tugas hari ini dan tidak mampu menjawab, saya minta kalian mengirimkan mimpi kalian bersama teman asrama untuk menutup penghujung akhir tahun”, ujar beliau dengan tegas.

Proses Bermimpi dalam Ketakutan yang Nyata

            Selesai acara TPD berlangsung, saya pun masih berpikir heran, mengapa pertanyaan itu tidak bisa terjawab, dan adanya adalah kelu di bibir ketika akan mengatakan sesuatu. Saat itu, saya hanya tertawa dan entah bingung, bagaimana mewujudkan dan menuliskan mimpi yang kemudian beliau tanyakan saat itu. Dalam batin, saya hanya bingung, mau ke mana akhir tahun? Mau mengajak siapa? Dalam keadaan apa saya bisa mewujudkan mimpi itu? Ah, bingunglah saat itu, karena begitu banyak hal-hal yang harus dipertimbangkan dengan matang.

Sebenarnya, pada saat itu saya sedang mengajukan abstrak ke konferensi Internasional di Osaka, Jepang, yang entah mengapa rasanya tidak mungkin jika kemudian mengajak, karena penelitian yang dilakukan hanyalah satu bagian saja. Lalu, pada malam harinya saya pun mencoba mengerjakan tugas yang Bang Bachtiar berikan, dengan berpikir matang dan mencoba untuk menguatkan azzam serta mencoba menguatkan setiap visualisasi mimpi yang sudah ingin dibangun. Dalam keinginan tersebut, terbesitlah sebuah harapan, bahwasanya harapan pergi menuju Osaka bersama rekan PPSDMS lainnya dapat terwujud. Saya hanya mengingat, dalam chart yang coba saya buat untuk menguatkan mimpi itu dalam tugas yang dikirimkan ke Bang Bachtiar ada secercah harapan untuk mengajaka rekan PPSDMS bersama menuju Osaka.

Dalam bagan yang saya kirimkan kepada beliau di sanalah tertulis “Publikasi di Regional 3 Yogyakarta”. Pada saat itu, entah mengapa, pada akhirnya ada Fikru, Faza, dan Adit yang tertarik untuk mengirimkan tulisan ilmiah mereka ke dalam konferensi ini. Maka, yang saya percaya adalah mimpi itu memang adalah hal yang harus tervisualisasi nyata, agar Allah berkenan mewujudkannya dalam kondisi dan waktu yang tepat.

Pengumuman dan Keberlanjutan Proses Mewujudkan Mimpi

            Pengumuman tahap pertama untuk abstrak yang diterima panitia telah dikeluarkan pada tanggal 5 September 2013. Dalam pengumuman tersebut, email dari panitia masuk dengan sebuah Letter of Acceptance yang ditujukan pada saya. Allah Ya Karim, begitu senangnya, mendengar kabar ini. Entah pada saat itu, saya pun bersegera meminta teman lain untuk mengirimkan abstrak dikarenakan ada perpanjangan deadline penerimaan abstrak hingga tanggal 20 September 2013. Proses itu pun berlangsung begitu cepat, Faza, Fikru dan Adit pun mengirimkan abstrak yang telah mereka persiapkan. Namun, ternyata ada rencana Allah lainnya di sana. Saya dipertemukan dengan Dini, Mahasiswa Geografi, yang ternyata mengirimkan abstrak yang sama dalam acara yang sama. Saya pun bertemu dengannya, dan mencoba untuk segera menyusun proposal permohonan bantuan dana dan mendaftar nama-nama perusahaan atau lembaga yang dapat diusahakan dapat kami masuki proposal permohonan bantuan dana. Tanggal 27 September 2013, Faza, Adit, dan Fikru menerima LOA yang sama dan mereka pun dapat mengikuti konferensi ini. Maka lengkaplah proses ini berlangsung, dan kami pun segera merapatkan barisan untuk menyusun keuangan dan proposal permohonan bantuan dana yang akan diajukan.

Pembelajaran Luar Biasa, Karena Allah Segalanya Berjalan

Tidak dapat dipungkiri bahwa campur tangan Allah berada dalam kegiatan ini. Secara pribadi, saya tidak bisa menuliskan banyaknya pelajaran yang didapat dari perjalanan ini. Begitu banyak cerita luar biasa yang Allah berikan dalam setiap perjalanan yang telah kami lakukan, dalam sebuah proses pembelajaran yang Allah langsung berada dalam skenario kehidupan yang berjalan panjang selama kurang lebih dua bulan. Tidak hanya itu, tidak hanya itu, dan tidak hanya itu, hanya inilah kata yang terkadang saya ingin berikan dalam proses yang sudah terlewati.

Allah itu Maha Kaya, karenanya segala rasa syukur hanya terpanjat untukNya. Salah satu hal yang harus kemudian kita miliki, dan hikmah ini kita ambil dari perjalanan ini adalah kuatkanlah mimpimu, dan percayalah, selama Allah bersamamu, maka prosesnya akan berjalan sesuai dengan rencanaNya, dalam sebuah skenario yang dibalut dengan rangkaian hikmah. Mengapa kami percaya akan hal ini? Inilah peristiwa yang sedikit kami ingin berbagi di balik perjalanan ini. Sebuah keyakinan yang hadir dari rekan perjalanan, Moh Faza Rosyada, yang sebenarnya, jika dibilang “nekat” bersama tiga rekan lainnya Dini Zahrotud Diniyah dan Chandra Pradhitaningrum dengan maksud membeli tiket Hongkong-Osaka di Bandara Internasional Hongkong. Sebenarnya, ketika keberangkatan kami, tiga rekan kami di atas, belum mendapatkan tiket menuju Osaka dari Hongkong dikarenakan adanya sesuatu hal yang tidak dapat penulis ungkapkan di sini. Namun, dengan segala kepercayaan, kami berenam tetap berangkat dengan harapan akan menemukan tiket murah dari Hongkong menuju Osaka.

Hongkong pukul 06.00 pagi begitu dingin dengan diselimuti awan mendung yang cukup tebal. Setelah tiba di bandara, kami segera mencari tempat sholat untuk melaksanakan sholat subuh. Sebelumnya kami juga bertemu dengan orang Indonesia, yang kebetulan juga baru datang, dan berpapasan saat kami menuju tempat sholat. Seusai sholat, kami pun menggelar lesehan di bandara dan mencoba segera menghubungkan dengan internet untuk berjaga-jaga tiket yang diinginkan tidak diperoleh sehingga mudah mengontak teman di Indonesia untuk memesankan tiket salah satu maskapai yang kami gunakan. Saat itu, Adit dan Faza mencoba mengecek di konter tiket maskapai tersebut untuk harga tiket dengan jadwal yang sama menuju Osaka. Selang 30 menit mereka datang, dan membawa kabar bahwa harga tiket menjadi harga tiket yang lebih mahal dan tidak memperoleh harga tiket ekonomi. Begitu bingunglah kondisi saat itu, dan kami pun begitu tidak tenang dengan kondisi ini.

Memang semuanya telah Allah atur dalam sebuah skenario cantik dan penuh hikmah. Dua orang Indonesia yang kami berpapasan tadi, akhirnya menyapa kami yang sedang melepas penat dan ketegangan. Dalam kondisi ini, beliau menanyakan keberadaan kami di Hongkong. Entah apa yang membuat kami berani dan langsung saja menceritakan keberadaan kami yang sedang kebingungan karena tiga rekan yang belum mendapatkan tiket pesawat menuju Osaka. Entah apa juga yang mendorong, sohibul bait Bapak Y dan Ibu X kemudian membantu kami menawarkan pinjaman kartu kreditnya untuk digunakan guna membayar tiket pesawat dari Hongkong-Osaka, dan dengan penuh rasa tidak percaya, pada hari itu terbelilah tiket Hongkong-Osaka, Osaka-Hongkong.

Dibalik perjalanan ini, Allah memberikan hal-hal luar biasa yang rasanya terkadang mustahil, namun apa yang Allah berikan memang sesuai dengan apa yang manusia punya dan mampui. Pada kenyataannya, Allah memberikan jalan yang begitu luas dan tanpa diketahui dari mana arah pertolongan itu datang. Alhamdulillah, 5 November 2013, kami dapat menginjakkan kaki di Bumi Allah, Negeri Sakura, Jepang. Maka teringatlah, dengan sepotong ayat dalam Al-Quran, yang artinya, “Maka nikmat manakah yang hendak engkau dustakan?” (Ar-Rahman). Inilah cara Allah dalam membuktikan cinta dan kasih sayangnya kepada mereka, yang mau menggantungkan segalanya kepada Allah, ketika ikhtiar terakhir telah dilakukan, ketika segala daya dan upaya telah diberikan dan dicurahkan, maka ketika itu semua telah terjadi, tunggulah pertolongan Allah dari pintu manapun yang tidak akan pernah diduga.

Dalam cerita singkat ini, sebenarnya penulis ingin menyampaikan bahwa hanya keinginan dan kekuatan serta keyakinan kepada Allah sajalah yang dapat menguatkan mimpi itu, dan menjadikannya mudah tervisualisasi tentunya dengan niat selalu ingin beribadah dan bersyukur. Maka, saat ini, janganlah mengubur setiap mimpi, karena sesungguhnya mimpi itulah investasi bagi diri kita dalam membangun kapasitas diri dan mencoba menyerahkan serta menggantungkan segala usaha dengan matan ikhlas kepada Allah.

Terima kasih untuk perjalanan luar biasa yang sudah kita lakukan, kawan

dalam setiap irama perjalanan yang terkadang berbeda dalam frekuensinya

namun kita samakan dengan niatan dan tujuan yang sama

yakni, belajar dari Bumi Allah lainnya, untuk membangun pribadi dan negeri

Jazakallah Khairan Katsir…

R. Aditya Aryandi Setiawibawa, Moh Faza Rosyada, M. Fikru Rizal, Chandra Pradhitaningrum, dan Dini Zahrotud Diniyah

IMG_0561 (FILEminimizer)

IMG_0221 (FILEminimizer)dalam dekapan ukhuwah, semoga tali silaturahim tidak pernah terputus, dan ikatan saudara akan terus terjalin

karena selalu akan kita ingat, 1 Muharram 1435 H, kita habiskan di atas Bumi Allah lainnya, Hongkong, Taiwan, dan Jepang

Allah Ghayyatuna,,,

Yogyakarta-Jakarta-Hongkong-Taiwan-Kansai

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s