Siaga Demam Berdarah Dengue

Posted: February 9, 2013 in Artikel
Tags: , , ,

“untuk tahun ini memang terjadi ledakan kasus DB di Sardjito meski tidak ada yang meninggal dunia”(Nugroho, 2013)[1].

            Saat ini,  Indonesia tengah memasuki musim penghujan, yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Tentu saja, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian di kalangan masyarakat dan pemerintah. Salah satu penyakit ataupun wabah yang kerap kali menyerang masayakarat Indonesia, ketika musim penghujan tiba adalah kasus demam berdarah.

            Kasus demam berdarah yang umumnya terjadi di wilayah Indonesia, disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegepty. Nyamuk ini pada umumnya bersarang di daerah-daerah yang memiliki genangan air, dan melepaskan telur-telurnya di genangan air tersebut. Pada umumnya nyamuk ini menggigit pada pagi hari. Ciri-ciri morfologis nyamuk ini yaitu memiliki garis hitam dan putih pada bagian tubuhnya.

            Saat ini kasus demam berdarah di Indonesia, mulai bermunculan dan dapat menjadi ancaman serius jika tidak mendapatkan respon yang cepat, serta antisipasi yang lebih dari masyarakat. Masa penghujan yang kini sedang memasuki wilayah Indonesia, dapat menjadi masa yang baik untuk berkembang biaknya nyamuk ini karena secara siklusnya, masa inkubasi telur-telur nyamuk ini hanyalah dua minggu. Oleh sebab itu, pada masa-masa penghujan seperti pada saat ini seharusnya mendapatkan perhatian lebih, agar kasus DBD seperti pada tahun 2010, tidak terulang kembali.

Hanya dengan gigitan

            Pada tahun 2010, Indonesia, khususnya di beberapa wilayah pernah menetapkan status waspada demam berdarah, bahkan status Kejadian Luar Biasa di beberapa daerah khusus yang mengalami tingkat kematian pasien yang tinggi akibat Demam Berdarah Dengue. Pada tahun ini, sebanyak 5.500 kasus DBD masuk ke dalam daftar Kementerian Kesehatan.

            Selama ini dianggap bahwa penularan penyakit ini hanya melalui gigitan nyamuk. Namun, salah satu hal penting melalui gigitan tersebut virus dengue masuk dan berkembang dalam tubuh manusia, dan menyebabkan gejala demam berdarah. Hal paling fatal ketika penanganan yang terlambat adalah kematian yang akan terjadi

Bertindak cepat dan siaga untuk menghadapi wabah DBD

            Sebagai tindakan antisipasi dengan meningkatnya curah hujan di berbagai wilayah di Indonesia, masyarakat sebaiknya bertindak cepat dan segera untuk bersiap siaga menghadapai penyakit ini. Hal ini tentu saja, dikarenakan sekali wabah ini menyebar, maka lonjakan angka penderita penyakit DBD dapat terus meningkat, dan dapat menyebabkan status kejadian luar biasa dapat kembali terulang seperti halnya yang terjadi pada tahun 2010. Masyarakat dapat menerapkan langkah 3M, yakni menguras bak kamar mandi, menutup penampungan sampah, dan mengubur barang-barang yang sekiranya dapat menjadi tempat bergenangnya air yang dikhawatirkan dapat menjadi tempat berkembang biaknya larva nyamuk ini. Selain itu, masyarakat dapat turut berperan aktif dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan dan sekitarnya, serta secara aktif dan tanggap segera membawa korban yang mengalami gejala DBD ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan yang tepat.

            Bagi pemerintah sendiri, bersiap siaga terhadap wabah DBD menjadi langkah yang cepat dan tepat guna menekan angka kematian akibat penyakit demam berdarah dengue. Pemerintah melalui dinas-dinas kesehatan, dapat memberikan sosialisasi bagi masyarakat awam mengenai gejala penyakit ini baik melalui penyuluhan-penyuluhan, iklan layanan televisi, ataupun melalui sosial media yang saat ini menjadi dunia pertukaran informasi yang sangat cepat. Selain itu, dinas-dinas kesehatan di daerah mampu mengerahkan petugas untuk melakukan fogging secara berkala di daerah-daerah yang telah disinyalir menjadi daerah endemis wabah DBD. Hal yang sangat penting adalah pemerintah melalui pusat-pusat penelitian penyakit tropis, ataupun akademisi di lingkungan perguruan tinggi, dapat bekerja sama untuk mengembangkan metode ataupun teknik dalam upaya menekan laju perkembangbiakan larva nyamuk ini.    

 

 


[1] Sugianto, M. W. 2013. Pasien DBD di RS Sardjito Melonjak. http://daerah.sindonews.com/read/2013/02/09/22/716048/pasien-dbd-di-rs-sardjito-melonjak. Akses 9 Februari 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s