Berlomba Melawan Serangan Virus AI

Posted: February 8, 2013 in Artikel
Tags: ,

“…sebanyak 15 negara telah melaporkan kepada Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO) mengenai kasus flu burung “clade” baru yang ditemukan pada unggas termasuk Indonesia…” (Republika Online, 7 Januari 2013)

Kasus flu burung di Indonesia, kini mencapai babak baru. Pasalnya kasus pada bulan Desember 2012, mengenai penemuan Virus H5N1 dengan clade baru 2.3 kini telah mencapai sedikit kejelasan. Seperti dilansir dalam beberapa berita, kasus penyerangan virus tersebut dari ayam menuju itik, sampai saat ini pun masih menjadi perhatian khusus.

Virus Avian Influenza sendiri, sampai saat ini masih banyak dikenal hanya menyerang ayam, burung, ataupun unggas lainnya, dan di Indoesia kasus flu burung sendiri banyak menyerang ayam. Penemuan kasus penyerangan virus ini ke itik, seolah menjadi babak baru bagi pemerintah khususnya dinas terkait untuk kembali melacak penyebaran virus yang tergolong virus HA, namun dengan clade 2.3.

Perlu penanganan serius dari pemerintah

            Sampai saat ini, terlihat begitu nyata aksi pemerintah, yang bersama lembaga Kementan, dan jajaran laboratorium di bawahnya, sedang berusaha memecahkan teka-teki penularan virus ini yang menjangkiti wilayah Jawa. Berdasarkan data yang diperoleh, dalam empat bulan penyerangan virus tersebut, menyebabkan kurang lebih 113.700 ekor itik mati di tiga provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta[1]. Tentu saja, hal ini merupakan hal luar biasa, mengingat pangsa pasar terutama bagi para peternak unggas jenis itik, merupakan pangsa pasar yang luas.

Penanganan yang serius perlu dilakukan, demi menjamin keamanan pangan dari itik, dan menjamin kesejahteraan para peternak unggas. Pasalnya, penanganan yang kurang serius akan menyebabkan turunnya harga unggas terutama jenis itik, yang dapat merugikan para peternak itik. Tentu saja, jika hal ini terjadi akan menyebabkan masalah baru bagi pemerintah terutama mengenai penurunan harga jual dan beli itik, dan bagi para peternak unggas dapat mengancam mata pencaharian tersebut.

Vaksin yang tepat untuk mencegah penularan

Langkah yang tepat untuk saat ini adalah pengembangan vaksin yang tepat untuk menyelesaikan kasus Avian Influenza pada itik. Hal ini tentu sangat diharapkan oleh masyarakat, terutama para peternak unggas sendiri. Selain itu, pemerintah, dan pihak yang berwenang, sebaiknya segera melakukan sosialisasi dan penyuluhan, terkait bahaya virus Avian Influenza dengan clade 2.3. Pasalnya, mengingat hal yang pernah terjadi adalah, sifat zoonosis virus Avian Influenza clade 2.1 yang dapat menyerang manusia, dan mengakibatkan kematian sekitar 150 orang[2].

Selain itu, sebagai langkah awal, masyarakat sebaiknya tidak langsung gegabah dalam menggunakan vaksin yang kini beredar di pasaran luas. Hal ini mengingat, vaksin sendiri adalah antigen/virus yang sudah dilemahkan, dan sengaja untuk digunakan dalam mengaktifkan antibodi dalam tubuh unggas. Ketidakcocokan vaksin dengan virus yang menyerang saat ini, malah dapat berakibat munculnya virus baru, bahkan mampu menjadikan berkembangnya virus dengan tipe baru, yang mungkin dapat lebih bersifat patogen dan virulen.

Lebih dari itu, masyarakat harus bersikap terbuka dalam memberikan informasi mengenai kasus kematian unggas yang terjadi pada ternaknya. Hal ini dilakukan demi membantu pemerintah, dan instansi yang berwenang dalam masalah hal ini, untuk setidaknya meminimalisir dampak penyebaran virus ini terhadap unggas lain, sehingga memudahkan pemerintah dalam mengatasi kasus penularan virus ini, dan mencegah meluasnya penularan virus ini ke daerah ataupun provinsi lain.

Bagi pemerintah sendiri, sudah waktunya mulai turun aktif, dan memberikan perhatian lebih pada masalah ini. Hal ini dikarenakan, masalah penularan virus terutama penyerangan terhadap unggas, yang notabene menjadi andalan masyarakat Indonesia, bukanlah masalah atau perkara mudah. Penularan virus, dan penyebaran yang hanya membutuhkan waktu singkat merupakan masalah yang begitu pelik, dan tidak bisa didiamkan hanya dengan menunggu penyakit ini mereda. Masalah penularan ini bukanlah seperti mengejar mobil dengan waktu yang singkat, melainkan ini masalah serius, yang jika terlambat maka akan memberikan efek negatif yang lebih besar, dan dapat membunuh ternak unggas dalam waktu yang mungkin relatif singkat.

 

 


[1] Grehenson, G. 2012. Flu Burung Jenis Baru Sebabkan Ribuan Itik dan Unggas Mati Mendadak. http://ugm.ac.id. Akses 6 Februari 2013.

[2] Anonim. 2013. Peranan Unggas Air dalam Penyebaran Virus AI. http://bbalitvet.litbang.deptan.go.id. Akses 6 Februari 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s